Menjadi Seorang Narablog: Sebuah Hobi Sedari Kecil
"Papa dulu suka banget sama namanya sastra dan nulis. Cuman karena dulu yang gratis buat kuliah itu pendidikan matematika, papa ambil itu. Itu kenapa sekarang papa jadi guru matematika, bukan sastrawan."Itu adalah kalimat yang pernah keluar dari mulut papaku. Kata-kata yang hingga sekarang membuatku terus mengingat dan menjadikan alasan untuk terus mengembangkan kesukaanku untuk menulis. Darah sastra mungkin memang mengalir, walaupun mungkin papaku bukanlah salah satu penulis terkenal karena ia juga baru kembali untuk menulis dan mencoba untuk mempublikasikan tulisannya, namun aku pikir dari sanalah kesukaanku pada tulisan. Dari sana aku mulai untuk membuat tulisan dan juga mencoba untuk mempublikasikannya pada blog yang aku beri judul sebagai Fernayou Blog. Fernayou sendiri merupakan singkatan dari Fernandez and You, dimana Fernandez merupakan nama akhir atau nama keluargaku. Ya, aku cukup bangga dengan nama keluargaku itu.
Aku memulai menulis blogku dengan beberapa tips dan tutorial tentang komputer yang aku dapatkan di internet. Aku mencoba untuk menuliskannya dengan bahasaku sendiri. Selain itu, aku juga kadang membagikan beberapa aplikasi bajakan. Ya, bukan hal yang baik untuk dilakukan. Dari kelas empat SD, blogku sudah mulai berkembang. Pengunjungnya lumayan banyak. Sebagai seorang anak kecil yang mencoba untuk mempublikasikan tulisan sederhana, itu sudah sangat keren untukku. Beberapa pengunjung juga memberikan komentar yang sangat membantu dalam perkembangan blogku itu.
Satu hal yang aku sesali adalah ketiga UN semakin dekat saat aku menginjak kelas enam SD. Ya, karena aku merasa agak disibukkan oleh berbagai ujian persiapan, aku tidak dapat mengunjungi blogku sendiri. Dari yang hampir setiap hari aku mempublikasikan tulisan, sudah menjadi hampir setiap bulan. Bahkan, sering tidak sama sekali. Ketika aku telah masuk SMP, aku merasa bahwa aku tidak pantas untuk melanjutkkan blogku itu. Aku menghapus blog itu di saat aku memasukki SMP. Itu adalah penyesalan yang masih dapat aku rasakan hingga hari ini. Aku memulai blog baru dengan nama Fernayou App, namun aku lebih fokus untuk membagikan aplikasi-aplikasi, entah itu bajakan atau memang gratis. Memang bukan suatu contoh yang baik. Setelah aku mulai merasa bosan menuliskan semua tentang aplikasi, aku mengembalikan nama blogku menjadi Fernayou Blog saja.
Aku mencoba kembali menuliskan berbagai tips dan tutorial tentang komputer dan beberapa ilmu dari internet dan buku-buku yang aku baca. Namun kali ini, jumlah pengunjung blogku tidak sebanyak sebelumnya. Pertumbuhannya sendri dapat aku katakan lambat dan diskusi dalam setiap artikel tidak seramai di blogku sebelumnya. Itulah mengapa aku sangat menyesal dengan perbuatanku sebelumnya.
Setelah itu, aku mulai mencoba untuk mengembangkan kembali blogku. Aku mencoba menulis lebih banyak, namun aku tidak dapat menulis setiap hari. Berbagai kegiatan yang diberikan oleh tiga organisasi yang ada di sekolahku saat itu sangat dapat membuatku sibuk dan jarang mengunjungi blogku sendiri. Blogku itu sendiri dapat aku katakan berkembang. Temanku bahkan sampai menawarkan diri juga untuk menulis artikel disana, walaupun mereka hanya menulis satu atau dua artikel saja, aku sudah dapat bersyukur setidaknya aku dapat menjadi wadah untuk mereka menuangkan keinginan menulis mereka.
Memasukki kelas 9 SMP, UN dan berbagai ujian kembali mulai mau membuatku semakin sibut. Namun, aku telah belajar sebelumnya, bahwa menghapus blog bukanlah sebuah jawaban atas jarangnya aku memperbaharui blogku itu. Maka, setelah UN selesai, aku tidak kembali menghapus blogku. Aku menggunakan kesempatan libur setelah UN untuk mencoba mencari konten yang baik untuk aku tulis. Di sela-sela waktu itupun aku juga mulai belajar tentang bagaimana mendapatkan uang dari blog. Aku dapat berpikir jika saja aku dapat menghasilkan uang dari blogku itu, aku setidaknya dapat lebih mandiri dalam hal finansial.
Memasukki SMA, aku sudah semakin mengenal dengan dunia blog ini. Aku memanfaatkan berbagai fasilitas yang diberikan oleh sekolahku untuk dapat belajar lebih banyak lagi tentang iklan. Di tahun pertama aku memasuki SMA asrama itulah aku mulai memasang iklan untuk blogku. Jika dilihat, walaupun sudah hampir tiga tahun, blogku itu sebenarnya masih belum menghasilkan $1 pun melalui iklan. Aku merasa iklan di blog itu menghasilkan uang yang sangat lama karena pengunjung blogku pun tidak terlalu banyak juga. Maka, aku mencari berbagai kompetisi untuk mencoba mencari peruntungan untuk mendapatkan dan menghasilkan uang sendiri.
Berbaai kompetisi telah aku ikuti. Banyak sekali yang gagal menjadi juara. Aku melihat, mungkin memang tulisanku memang belum layak untuk menjadi pemenang. Lagipula kadang aku menjadikan kompetisi tersebut sebagai suatu 'hobi' untuk menuangkan kesukaanku dalam menulis. Hitung-hitung aku bisa mendapatkan ide konten untuk tulisan di blogku. Aku mencoba untuk mempelajari bagaimana para juri menilai tulisan dari para kontestannya melalui artikel-artikel yang memenangkan berbagai kompetisi. Aku mencoba untuk mencontoh pada mereka. Setidaknya aku sudah mulai mendapatkan juara, walaupun hanya sebatas juara 5 atau 4, saat itu aku sudah sangat bangga. Mendapatkan pulsa atau uang hanya sebesar Rp50.000 saja, aku sangat bangga. Rasa mendapatkan dari kerja keras itulah yang membuat semuanya manis.
Selain di blog pribadiku, aku juga mencoba untuk menulis di berbagai portal. Dari sini juga aku dapat belajar dan mendapatkan berbagai inspirasi dalam karya yang aku publikasikan di blogku. Aku juga mencoba untuk mengikuti berbagai kompetisi dalam blog-blog lain.
Satu hal yang sangat membagakan adalah saat aku mengikuti salah satu kompetisi menulis yang memperebutkan hadiah sebuah ponsel pintar. Aku mencoba menulis ceritaku sendiri dan menyerahkannya. Sebuah hal yang tidak terduga adalah saat aku mendapatkan notifikasi tentang kemenanganku. Aku saat itu benar-benar tidak percaya atas notifikasi tersebut. Aku benar-benar tidak dapat berkata apapun selain berucap berbagai syukur kepada Tuhan. Hingga sekarang, aku masih mencoba untuk mengikuti berbagai kompetisi yang ada di berbagai blog. Terus mencoba untuk menjadi seorang penulis.
Itulah aku, seorang yang hanya hobi menulis dan mencoba untuk mempublikasikan karya yang aku pikirkan dalam sebuah media elektronik. Blog inipun sebenarnya berawal untuk lebih membebaskan aku berekspresi karena di blog sebelumnya, yaitu Fernayou Blog, aku lebih memfokuskan bahasan tentang teknologi dibandingkan dengan bahasan bebas seperti ini.
Inilah aku, seorang penulis pemula yang terus mencoba untuk menulis di blog pribadi. Seorang anak sekolah yang lebih suka menulis dibandingkan berbicara di depan umum. Seorang anak sekolah yang hobi mengekpresikan emosi dalam bentuk rangkaian kata-kata. Seorang anak sekolah yang memilih menjadi narablog agar dapat lebih bebas mengekspresikan diri. 2019 sendiri menjadi salah satu tahun yang bisa jadi lebih spesial. Aku mengharapkan agar aku dapat lebih sering memperbaharui blog-blog pribadiku. Agar aku lebih kreatif dalam mencari konten untuk blogku. Agar aku dapat lebih produktif dalam kegiatan menulis ini. Semoga 2019 ini menjadi tahun yang semakin spesial.
Artikel kali ini juga mungkin dapat menjadi perkenalan kedua, sebuah perkenala yang lebih dalam lagi bagaimana aku mulai menjadi seorang narablog. Berawal dari hobi menulis yang diturunkan oleh sosok papa yang terus menyemangati, hingga sekarang yang mencoba untuk mengeksplorasi darah sastra ini.
Terima kasih, selamat datang dan semoga bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar