Bantu Tanpa Pamrih? I Don't Think So.

HELLO LIVING THINGS! HOW's YOU LIFE SO FAR?
I bet it is great. It should be great. Btw, kalian pernah denger kata-kata macam dibawah ini?
Kamu kok bantuinnya pake pamrih, sih?
Kalo bantuin orang itu jangan pake pamrih ya...
 Biasanya orang-orang tua di sekitar kita selalu mengajarkan kita dengan kata-kata yang mirip seperti di atas. "Jangan bantu orang pake pamrih!" Bertahun-tahun saya selalu mengikuti itu. Membantu tanpa memikirkan apa yang akan orang itu balas pada saya. Well, anggap saja setiap hari saat kecil saat dimana kita mengikuti semua kata orang, kita telah didogma untuk melakukan itu.

Tapi, beberapa hari ini, atau mungkin sebenarnya satu semester yang lalu (baru kesampaian ngepost itu) saya pernah berpikir. Saya pikir mungkin hampir tidak mungkin orang itu membantu tanpa pamrih. Bahkan orang-orang baik di sekitar sobat atau mungkin bahkan orang yang sobat anggap suci (seperti misalnya orang yang benar-benar beriman) jika membantu pasti pernah memikirkan tentang sesuatu balasan yang akan diberikan oleh orang itu.

Tapi, wait wait wait. Santai. Pamrih disini bukan berarti pamrih yang (mungkin) seperti sobat pikirkan. Biasanya sobat pasti telah dimasukkan oleh berbagai kepercayaan bahwa pamrih dalam membantu orang adalah materi itu sendiri. Namun dalam opini saya, materi sebagai pamrih itu terlalu sempit. Menurut Bahasa Indonesia, pamrih (pam.rih) adalah maksud tersembunyi dalam memenuhi keinginan untuk memperoleh keuntungan pribadi (Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring).
Maksud tersembunyi untuk memperoleh keuntungan pribadi. Apa saja keuntungan pribadi itu? Banyak hal! Terlalu luas, jika saya pikirkan. Banyak hal yang dapat sobat jadikan 'keuntungan'. Hal yang sederhana, seperti uang atau materi pasti sudah dapat dikatakan sebagai keuntungan pribadi. Nah, pamrih seperti inilah yang saya pikir tidak baik sama sekali.

Namun, jika sobat menganggap 'keuntungan pribadi' sobat adalah sesuatu yang bukan materi melainkan sesuatu yang lebih menjurus ke apa yang sobat rasakan, itu merupakan pamrih yang baik. Contohnya, jika sobat membantu orang dan ingin agar orang tersebut kembali bahagia, menurut saya itu adalah contoh pamrih yang baik. Sobat tidak menginginkan materi, melainkan sesuatu yang sobat rasakan.

"Lah, kalo mau lihat dia bahagia kan sebenarnya gak untung buat kita. Berarti bukan keuntungan pribadi. Toh juga itu bukan maksud tersembunyi orang. Gimana bisa dibilang mau dibilang pamrih? Ah dasar otak dangkal."

Wait, wait. Santai. KBBI tidak mengatakan bahwa maksud tersembunyi disini untuk keuntungan pribadi berupa materi bukan? Berarti para ahli bahasa mengatakan bahwa pamrih itu sendiri pokoknya maksud tersembunyi sobat saat ingin melakukan sesuatu dimana maksud tersebut dapat memberikan keuntungan pribadi, bukan? Jadi, segala sesuatu saat sobat ingin melakukan sesuatu (misalnya membantu orang) dengan maksud tersembunyi untuk mendapatkan keuntungan pribadi sobat dapat dikatakan sebagai pamrih. Hal ini termasuk juga kepada feeling juga kan?

Sobat membantu dan mengharapkan agar orang yang sobat bantu itu bahagia, itu menurut saya sudah menjadi pamrih. Kebahagiaan seseorang itu dapat menular. Dia bahagia, sobat bahagia. Nah, banyak keuntungan yang sobat dapatkan jika sobat bahagia; mulai dari menurunkan stres, memperbaiki kinerja jantung, hingga membuat sobat dapat hidup lebih lama. Hal itu merupakan keuntungan pribadi yang sobat inginkan, bukan? Walaupun mungkin tidak secara langsung sobat inginkan.

Jadi intinya, saya pikir hampir tidak mungkin orang membantu orang lain itu tanpa pamrih. Walaupun sekadar ingin melihat orang yang terbantu itu bahagia, itu juga merupakan pamrih. Namun, balik lagi, janganlah membantu orang dengan pamrih materi, ok?

Semoga bermanfaat,
C ya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

You Need to STOP!

(Bukan) Cerita Agen

INTRO!